Bukti Internal Kitab Galatia



PEMBAHASAN KITAB GALATIA
A.    Penulis kitab
Dari Galatia 1:1, dapat diketahui bahwa penulis kitab Galatia adalah Rasul Paulus.
B.     Waktu/ Tempat penulisan kitab
Para ahli perjanjian baru pada umumnya, menyetujui bahwa penulisan kitab ini, yaitu pada perjalanan misi Paulus yang pertama sekitar tahun 47, 48, dan 49 M. dan perkirakan bahwa kitab ini ditulis di Korintus.
C.    Penerima kitab
Kitab Galatia dituliskan dan dikirimkan kepada jemaat di Galatia. Jelas disampaikan dalam Galatia 1:2.
D.    Latar belakang penulisan kitab
·         Datangnya orang-orang yang menentang Paulus yang berpendapat bahwa untuk kembali berbaik dengan Allah, orang harus melaksanakan hukum agama Yahudi (Gal.3:1).
·         Karena ketidaksetiaan jemaat-jemaat di Galatia terhadap Injil Kristus yang telah diberitakan kepada mereka (Gal.1:6).
·         Adanya keraguan yang timbul dalam hati orang percaya di Galatia akan kerasulan Paulus. Hal itu diakibatkan oleh hasutan orang-orang yang menentang Paulus (Gal.1:7).
E.     Tujuan penulisan kitab
·         Menjelaskan  bahwa hubungan manusia dengan Allah menjadi baik  kembali hanya melalui percaya kepada Allah (Gal.3-4). Di dalam pasal-pasal terakhir buku ini (Gal.5-6), Paulus menunjukkan bahwa cinta kasih yang timbul pada diri orang Kristen karena ia percaya  kepada Kristus, akan dengan sendirinya menyebabkan orang itu  melakukan perbuatan-perbuatan Kristen. 
·         Membangkitkan kembali kepercayaan terhadap Injil Kristus, yang telah diragukan oleh jemaat, karena pengajaran palsu yang berkembang di tengah-tengah mereka pada waktu itu.
·         Membela kerasulan Paulus yang juga telah diragukan oleh jemaat, akibat hasutan-hasutan dari orang-orang yang menentang dia.
F.     Ciri-ciri kitab
·         Terdapat penjelasan mengenai buah-buah Roh, dan perbuatan-perbuatan daging (Gal.5:16-26).
·         Mengutamakan keimanan.
·         Memperjelas kedudukan Paulus sebagai rasul Allah.
·         Dengan tegas menegur orang-orang yang percaya kepada orang yang memutarbalikkan Injil Kristus.
G.    Garis-garis besar kitab
·         Pendahuluan 1:1-10
·         Hak Paulus sebagai rasul 1:11-2:21
·         Kabar Baik tentang rahmat Allah 3:1-4:31
·         Kebebasan dan kewajiban orang Kristen 5:1-6:10
·         Penutup 6:11-18 
H.    Ajaran utama kitab/ Tema kitab
“Iman yang menuntun pada keselamatan”
I.       Kontribusi kitab
1.      Kontribusi Teologis
·         Percaya dengan sungguh kepada Yesus Kristus.
·         Tidak mudah terpengaruh dan percaya kepada ajaran-ajaran lain yang berbeda dengan Injil Kristus yang telah diberitakan.
·         Hidup menurut Roh, bukan keinginan daging.
2.      Kontribusi Praktis
·         Melakukan tugas pelayanan dengan sungguh-sungguh.
·         Saling menguatkan iman percaya, seorang terhadap yang lain.
·         Hidup sebagaimana kehidupan orang Kristen yang seharusnya.
·         Saling membantu satu sama lain.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bukti Internal Sekitar Latar Belakang II Korintus



PEMBAHASAN KITAB 2 KORINTUS
1.Penulis
Penulis kitab 2 Korintus adalah Rasul Paulus sendiri (2 Kor. 1:1)
2.Tempat atau waktu penulisan
Kemungkinan besar, rasul Paulus menuliskan surat ini waktu perjalanan misinya yang ketiga. Diperkirakan antara tahun 56, 57, dan 58. Surat dituliskan di Makedonia (2 Korintus 8).   
3.Penerima surat
Surat ini di tujukan kepada jemaat di Korintus (2 Korintus 1:1).
4.Latar belakang
a. Rasul Paulus sangat kuatir tentang penerimaan suratnya yang  pertama kepada jemaat di Korintus. Dimana berisi nasihat dan tegoran yang bernada tegas dan keras. Ia semakin gelisah secara badani maupun Rohani (2 Kor.1:3-11).
b. Datangnya rasul-rasul palsu (2 Kor 11:13).
c. Adanya fitnahan dari rasul-rasul palsu terhadap pribadi Paulus dan mereka menyesatkan jemaat dengan memutar balikkan ajaran Paulus ( 2 Kor 11:3-6).
5.Tujuan penulisan surat
a.  Untuk memberi peringatan kepada jemaat di Korintus karena di Korintus sudah banyak nabi-nabi palsu yang menyesatkan jemaat, karena mereka memberitakan tentang Yesus yang lain (11:3,4).
b.  Memberikan  nasehat agar jemaat Korintus tidak terhasut oleh ajaran-ajaran palsu yang muncul pada saat itu (2 Kor 11:4)
c. Paulus menulis surat ini untuk menentang serta memberikan jawab atas tuduhan dan fitnahan dari rasul palsu yang ingin memutarbalikkan ajaran Paulus (2 Kor 11:3-6).
6.Alur surat
·         Pasal 1-7 : Ucapan syukur kepada Allah atas penghiburan di tengah penderitaan memberitakan Injil.  Selanjutnya Paulus  memberi penjelasan mengenai pelayanannya, kemurnian motif pelayanannya serta kemurnian berita yang disampaikannya (2:17).
·         Pasal 8-9 : Nasihat Paulus kepada jemaat Korintus untuk mencontoh orang-orang Makedonia yang walaupun menderita namun rela mengumpulkan uang  untuk orang Kristen yang menderita di Yerusalem.
·         Pasal 10-12 : Paulus kembali mempertahankan kerasulannya  dan menguraikan penderitaannya sebagai seorang rasul yang benar, sehingga jemaat Korintus akan mengenal rasul-rasul palsu di antara mereka.
·         Pasal 13: Nasihat Paulus kepada Jemaat di Korintus ( 2 Kor.1-10), salam (2 Kor. 2:11-12) dan ucapan berkat (2 Kor.13:13)
7.Tema atau ajaran utama surat
 “Keteguhan iman dalam pelayanan”
8. Ciri-ciri surat
1. Banyak memberitahukan riwayat pelayanan Paulus (2 Kor 11:21-12:1-10).
2. Banyak membahas tentang pengajaran-pengajaran palsu yang berkembang dalam   jemaat (2 Kor.11:1-6).
3. Berisi ajaran bagaimana seseorang harus melayani (2 Kor 3:1-18; 5:11-21; 6:1-10 ; 8:1-24; 9:1-15;10:1-11).           
9.Kontribusi surat
a. Kontribusi teologis:
·      Mengajarkan untuk saling mengasihi sebab Allah lebih dulu mengasihi manusia dan Ia senantiasa mencurahkan kasih karunia-Nya (2 Kor 8:7; 9:8).
·      Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita (2 Kor 9:7).
·      Menyempurnakan kekudusan dalam takut akan Allah dengan menyucikan diri dari pencemaran jasmani dan rohani (2 Kor 7:1).
b. Kontribusi praktis:
·         Kita hendaknya saling berbagi kepada sesama.
·         Melayani dengan rendah hati.
·         Memberi dengan sukacita.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Latar Belakang Kitab Kolose



1.     Penulis kitab Kolose

a.       Surat ini jelas menerangkan bahwa rasul Paulus adalah penulisnya, bukan saja pada salam pembuka “kolose 1:1”yang  dengan jelas dan nyata  mengatakan Paulus sendiri yang menulis kitab kolose ini akan tetapi juga dalam isi (tubuh) suratnya “kol.1:23” serta pada bagian terakhir surat “kol.4:18”.[1]
b.      Kitab kolose diterima sebagai tulisan Paulus sebab pola penulisan
kitab ini sama dengan pola yang seringkali digunakan oleh paulus dalam menulis
kitabnya yang  lain.

2.     Tempat dan waktu penulisan kitab
Menurut para ahli Kitab Kolose ditulis oleh paulus di dalam penjara (kol.4:3,10,18) di Roma  pada sekitar  tahun  62 M. Perlu dikemukakan bahwa Tikhikus yang membawa surat ini ditemani oleh Onesimus hamba yang disuruh oleh Paulus untuk kembali pada tuannya yaitu Filemon  seorang  anggota jemaat di kolose(kol.4:9)

3.     Penerima surat
Surat ini dikirim kepada orang-orang yang percaya akan Yesus Kristus di Kolose(1:2), Kolose terletak kira-kira 180 km sebelah timur efesus, bersama dua kota lain yaitu Laodikia dan Hierapolis. Dalam ketiga kota tersebut telah terbentuk jemaat-jemaat Kristen (4:13). Tapi ternyata paulus belum mengunjungi jemaat-jemaat itu (bnd. 1:4 dan 2:1). Ia menyebut Epafras sebagai tokoh dari siapa orang kolose telah menerima ajaran (1:7,8). Dalam hubungan ini mungkin sekali epafras-lah yang dianggap pembentuk jemaat kolose. Hubungan paulus dengan masyarakat Kristen di situ adalah dari tangan kedua, namun akrab. Kendati mereka non-yahudi, paulus menerima mereka sebagai golongan terhadap siapa ia pribadi memikul tanggung jawab, dan dalam (1:7) Epafras bertindak bicara sebagai wakil rasul.
        Tidak kita ketahui tentang  hubungan sebelumnya antara epafras dengan rasul. Mungkin  sekali ia menjadi Kristen oleh pengaruh paulus. Kalau anggapan ini benar, maka besar kemungkinan  peristiwa ini  terjadi pada waktu pelayanan paulus di efesus, sebab pada waktu itu semua penduduk asia mendengar  firman Tuhan (kis.19:10).

4.     Latar belakang
Jemaat kolose didirikan sebagai akibat tiga tahun pelayanan yang luar biasa dari paulus di efesus (kis.20:31). Pengaruh pelayannya begitu luar biasa dan luas jangkauannya sehingga semua penduduk asia mendengar  firman Tuhan, baik orang yahudin maupun bukan yunani (kis.19:10). Walaupun paulus sendiri mungkin tidak pernah mengunjungi kolose (2:1), ia telah memelihara hubungannya dengan gereja itu melalui epafras , seorang yang bertobat dibawah pelayanannya dan rekan kerjanya dari kolose (1:7;4:12).
                Alasan menulis surat ini adalah munculnya ajaran palsu yang mengancam masa depan rohani jemaat kolose(2:8). Ketika epafras, seorang pemimpin dalam gereja kolose dan boleh jadi pendirinya, mengadakan perjalanan untuk mengunjuingi paulus dan memberitahukan tantang situasi di kolose (1:8; 4:12), paulus menanggapinya dengan menulis surat ini. Pada waktu itu ia berada dalam tahanan (4:3; 10,18), mungkin sekali di roma (kis.28:16-31) sambil menantikan naik bandingnya kepada kaisar (kis:25:11-12). Rekan paulus, tikhikus sendiri membawa  surat ini ke kolose  atas nama paulus (4:7)[2]

5.     Tujuan penulisan surat
Ø  Mengingat sifat dari ajaran-ajaran palsu, maka jelaslah mengapa paulus menganggap sangat mendesak untuk memperingatkan jemaat kolose tentang adanya bahaya itu. Paham paulus yang terang sekali tentang sifat ajaran Kristen tidak pernah lebih jelas pada waktu ia bertemu  dengan tekanan-tekanan yang salah atau kekeliruan yang mencolok. Barangkali ia menulis suratnya atas permintaan epafras , karena epafras tidak mampu menghadapi situasi. Bagaimana pun juga, jawaban dari seorang rasul Kristen yang berwenang seperti paulus ini, akan sangat penting bagi masyarakat Kristen kolose.
Ø   Maksud lain ialah memeberikan sejumlah nasihat praktis untuk memeprkembangkan dalam jemaat itu suatu hidup Kristen yang sehat dan contoh-contoh istimewanya yang memperlihatkan pengaruh atas rumahtangga Kristen.
Ø  Bagian terpenting adalah bagian yang membentangkan pandangan paulus tentang kristus. Keutamaan kristus dalam segala sesuatu adalah sentral (1:8) dan berbagai macam segi keutamaan itu dapat dilihat dalam ucapan-ucapan seperti; - kristus adalah gambar allah (1:15), pencipta (1:16), dan kepala gereja (1: 18).
Ø  Untuk memebrikan pandangan akan karyanya , karena ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan (1:13), ia menebus kita dari dosa (1:14), ia telah mendamaikan manusia oleh darahnya yang ditumpahkan diatas salib (1:20), ia menjadi hidup orang percaya (3:4)
Ø  Untuk menjelaskan bahwa Yesus kristus sanggup memeberikan keselamatan yang sempurnah  dan bahwa ajaran-ajaran yang lainnya itu hanya menjauhkan orang dari pada kristus. MelaluKi kristus, allah menciptakan dunia ini dan melalui kristus  pula allah menyelamatkannnya. Hanyalah melalui bersatu dengan yesus kristus , dunia mempunyai harapan untuk diselamatkan. Selanjutnya paulus menguraikan ajaran  yang agung itu dengan kehiduipan orang Kristen.
Ø  Paulus menulis untuk untuk memberantas ajaran palsu yang berbahaya di kolose yang sedang menggantikan keunggulan kristus dan kedudukannya sebagai inti dalam ciptaan, penyataan, penebusan, dan gereja dan untuk menekankan sifat sebenarnya dari hidup baru didalam kristus dan tuntutannya pada orang percaya.

6.     Alur/struktur surat
1.      Pendahuluan
Salam (1:1-12)
Ucapan syukur karena iman, kasih dan pengharapan mereka (1:3-8)
Doa untuk kemajuan rohani mereka (1:9-12)
2.      Ajaran yang penuh kuasa-penebusan orang percaya (1:13-2:23)
a.      Keutamaan kristus yang mutlak
·         Sebagai penebus demi orang lain (1:13-14 bd. 1:20,22)
·         Sebagai tuhan atas ciptaan (1:15-17)
·         Sebagai kepala gereja ((1:18)
·         Sebagai pendamai segala sesuatu (1:19-20)
·         Sebagai pendamai jemaat kolose dengan Allah (1:21-23)
b.      Berbagai peringatan terhadap ajaran sesat (2:8-23)
·         Persoalan; ajaran yang tidak menurut Kristus (2:8)
Pemecah; di sempurnahkan didalam Kristus (2:9-15)
·         Persoalan; berbagai perbuatan ibadah yang tidak menurut Kristus (2:16-23)
Pemecahan; disalibkan bersama Kristus (2:20)
3.      Pengarahan-pengarahan praktis-kehidupan orang percaya (3:1-4:6)
4.      Penutup (4:7-18)

7.     Tema/ajaran utama surat
Keunggulan kristus

8.     Ciri-ciri surat
1.       Kolose memusatkan perhatian pada kebenaran  rangkap dua dari keutamaan kristus dan kesempurnaan orang percaya dalam dia, bahkan lebih dari kitab-kitab lain dalam PB
2.       Kitab ini dengan tegas meneguhkan kepenuhan keaallahan kristus (2:9)dan berisi salahsatu bagian yang paling agung di PB mengenai kemuliaannya(1:15-23)
3.       Kitab ini sering dianggap sebagai surat kembar bersama kitab efesus karena keduanya mempunyai beberapa kesamaan dalam hal isi dan ditulis kira-kira pada waktu yang sama

9.     Kontribusi teologi
Mengutamakan dan berpegang teguh pada Kristus dalam segala hal


[1] Tafsiran  alkitab masa kini 3, hlm; 634
[2] Alkitab penuntun hidup berkelimpahan, hlm 1986

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS